Selasa, September 25th, 2018

Sekretaris PDIP: “Yogie Biang Kegaduhan di Tubuh PDAM Tirta Tarum Karawang”

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Carut marut Manajemen di tubuh PDAM Tirta Tarum Karawang mencapai kegaduhan tingkat tinggi.

Berbagai konflik di tubuh PDAM Tirta Tarum dimulai dari konflik antar direksi yang terjadi pada tahun 2011 yang berujung pada pemberhentian Agung sebagai direktur umum yang kemudian masuk kedalam bilik jeruji besi.

Pada saat itu, konflik dimenangkan oleh Yogie hingga kemudian Yogie langsung memegang kendali jabatan Direktur Utama PDAM Tirta Tarum Karawang yang  hingga kini masih dijabatnya.

Tak berkesudahannya konflik di perusahaan air minum plat merah itu disampaikan Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Karawang, Ace Sudiar, saat berbincang dengan tintabiru.com, pada Jum’at (4/8/17).

Ace Sudiar (Sekretaris DPC PDIP Karawang)

“Konflik di tubuh PDAM Tirta Tarum tidak juga mereda, karena Yogie dengan direksi yang lain pun tetap kelihatan tidak akur, sehingga konflik terus berkembang dan merajalela dengan direksi lainnya (Tatang Asmar). Upaya saling mendongkel sangat kentara sekali apalagi saat menjelang rekrutmen direksi untuk masa bakti berikutnya, “kata Ace Sudiar.

Ace mengungkapkan, selain dirinya, ada banyak kalangan yang menilai kinerja Yogie tidak membuahkan hasil apapun alias nol. Selain karena selalu menciptakan kegaduhan berkepanjangan, Yogie juga dianggap selalu lambat dalam membuat laporan kinerja kepada Dewan Pengawas dan Owner.

Tak hanya itu, lanjut dia,  Yogie juga dianggap banyak melakukan manuver yang membuat Dewan Pengawas PDAM Tirta Tarum menjadi tidak berfungsi alias mandul.

“Kenaikan jumlah pelanggan yang diklaim oleh Yogie bukanlah sebuah prestasi, sebab kenaikan jumlah pelanggan adalah hal biasa dan alamiah.  Jika jumlah calon konsumen PDAM semakin hari semakin bertambah karena hal itu berjalan seiring dengan pertumbuhan penduduk dan bertambahnya jumlah pemukiman yang ada di Kabupaten Karawang, “ujar Ace.

Ace mencurigai adanya upaya Yogie untuk mempertahankan jabatannya selaku Direktur Utama di PDAM Karawang dengan cara menempatkan orang  yang  yang sehaluan dengan dirinya untuk ditempatkan di kursi Dewan Pengawas.

Jika hal itu terjadi di tubuh PDAM Tirta Tarum, tandas Ace, maka hal tersebut  akan benar-benar menjadi ajang eksperimen politik yang dimainkan Yogie beserta dengan para kroninya, dan Pemkab Karawang akan kehilangan harapannya untuk menghadirkan Perusda di bidang air bersih yang mampu melayani masyarakat secara optimal karena perilaku kronis yang dimainkan Yogie.

“Sebagai masyarakat kami berharap, PDAM Tirta Tarum akan dikelola dengan cara-cara sehat  tidak penuh dengan permainan kongkalingkong yang dimainkan oleh sekelompok golongan tertentu yang hanya bermaksud mencari keuntungan material sepihak tanpa mempertimbangkan fungsi pelayanan optimal bagi para pelanggan, dan kasus hukum yang terus ramai soal PDAM Tirta Tarum semakin dapat diperjelas statusnya sehingga tidak mengundang banyak spekulasi di tengah masyarakat, “tegasnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin