Senin, Oktober 22nd, 2018

Ketua FPI Purwakarta: “Dedi Mulyadi Lebih Mementingkan Kebudayaan Daripada Agama”

Oleh: Dadang Aripudin

PURWAKARTA, TINTABIRU.COM – Ketua Front Pembela Islam Kabupaten Purwakarta, KH. Muhammad Sahid Joban mengkritisi gaya kepemimpinan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, yang mengedepankan kegiatan kebudayaan dibandingkan kegiatan keagamaan.

Tokoh FPI yang memiliki pengaruh di Kabupaten Purwakarta itu berpesan, agar masyarakat muslim Purwakarta lebih mencintai Sholawat Nabi dibandingkan menghadiri acara “Bebegig” (Jurig) yang digelar Pemkab Purwakarta, baru-baru ini. Kyai Joban mengatakan, bahwa pemerintah harus mengedepankan agama dan setelah itu dirinya mempersilahkan untuk menghidupkan budaya.

KH. Muhammad Sahid Joban (Ketua FPI Purwakarta)

“Agama dulu, baru kemudian silahkan benahi budaya, Jangan kebalik. Karena agama yang harus menimbang budaya, bukan budaya yang menimbang agama, “kata Joban saat menyampaikan Taushiyyah pada acara Tabligh Akbar di Jalan Kapten Halim, Pasar Rebo, Purwakarta, Jumat (4/8/2017) malam kemarin.

Joban menyatakan, menghadiri acara pengajian lebih banyak manfaatnya ketimbang menghadiri acara-acara budaya.

“Pengajian manfaatnya besar, bisa menjadikan yang sebelumnya edan menjadi waras. Tapi kalau festival jurig, bisa bikin gelo (gila), “ucap Joban.

Kyai kharismatik di Purwakarta ini mengajak kepada jama’ah yang hadir untuk tetap mencintai para ulama, tidak mendukung kebatilan, dan selalu berada dalam koridor Islam.

KH. Muhammad Sahid Joban juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak mendukung Dedi Mulyadi untuk maju pada kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Barat yang akan digelar pada tahun 2018 mendatang.

“Jangan pernah ikut-ikutan acara Jurig (Festival Bebegig). Kebijakan pemerintah saat ini telah terbalik, acara pengajian dipersulit, sementara acara arak-arakan kereta kencana jeung jurig sangat mudah perizinannya. Kami tidak akan mundur melawan kemungkaran, “tegas dia.

Joban mengajak agar masyarakat tidak tertipu dengan kebijakan pemerintah yang mendukung kepada kebatilan, karena menurut dia, urusan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab sebuah kelompok, melainkan telah menjadi tanggung jawab bersama.

“Kade tong asal-asalan  milih, bilih sapertos Purwakarta yang menjadi kota ririwa, kota jurig, “pungkas Joban. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

DPD Golkar Karawang Gelar Rakerda, Dedi Mulyadi: “Partai Golkar Adalah Partai Realistis”

Oleh: Hasan Basri KARAWANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Karawang, Sabtu (31/3/18) …