Rabu, Desember 19th, 2018

Serikat Tani Karawang: “Bubarkan Perhutani” Karena Pro Kapitalis dan Sengsarakan Petani

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Serikat Tani Karawang (Setakar)  secara tegas menolak rencana PT. Great Giant Pineapple (PT. GGP) yang akan melakukan program penanaman tanaman holtikultura diatas lahan 5009 Ha milik Perhutani yang ada di wilayah Selatan Karawang.

Setakar akan lantang menolak program tersebut, karena program yang mengatasnamakan kehutanan sosial itu tidak berpihak kepada petani, melainkan hanya untuk kepentingan bisnis dari kaum kapitalis, demikian ditegaskan Deden Sofian (39) Ketua Setakar.

“Selaku Ketua Setakar, dengan tegas kami menolak program kehutanan sosial, karena program tersebut lebih mementingkan bisnis kaum kapitalis ketimbang mementingkan nasib para petani, “kata Deden saat berbincang dengan tintabiru.com, Selasa (1/8/17).

Jumlah  petani dan buruh tani di Karawang menurutnya lebih banyak ketimbang jumlah pengusaha perkebunan. Bahkan buruh tani di daerah yang katanya menjadi “Kota Lumbung Padi Nasional” jelas Deden, jumlahnya puluhan hingga ratusan ribu.

Deden menilai, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang tidak memiliki perspektif  yang jelas tentang pengembangan pertanian dan tidak berpihak kepada nasib para petani dan buruh tani.  Sementara kata dia, di wilayah Karawang, masih ada 40.000 Ha lahan yang  hingga detik ini masih terlantar di sekitar wilayah Selatan dan Utara.

“Pemda Karawang  tidak memiliki perspektif  mengenai pembangunan pertanian yang pro rakyat. Pada saat para kapitalis datang ke Perhutani, Pemda Karawang malah langsung meresponnya dengan sigap. Kenapa Pemerintah Daerah  tidak terlebih dahulu mensejahterakan nasib petani dan buruh tani, kenapa sektor pertanian di Karawang malah tidak diurus  dan tidak dipikirkan, padahal program pertanian sangat potensial. Bayangkan, masyarakat Karawang harus mendapatkan sayuran dan buah-buahan yang berasal dari Cibitung Bekasi yang dikirim dari Pangalengan Bandung, “tandas Deden.

Karena lebih mementingkan kaum kapitalis ketimbang nasib para petani dan buruh tani, Setakar meminta agar Perhutani segera dibubarkan.

“Perhutani harus dibubarkan, karena selama ini Perhutani lebih mementingkan kaum kapitalis ketimbang  memikirkan nasib para petani, “tegasnya.

Deden menilai, Pemkab Karawang dibawah kendali Cellica- Jimmy, telah gagal membangun kesejahteraan nasib kaum tani. Seharusnya tambah dia, Pemkab Karawang membentuk BUMD yang bergerak pada sektor pertanian.

“Seharusnya Pemkab Karawang membentuk BUMD khusus pertanian, sehingga Pemkab Karawang mampu memanfaatkan lahan-lahan terlantar yang tersebar di wilayah Selatan dan Utara Karawang, baik berupa lahan tambak dan empang maupun lahan hutan Perhutani, “pungkas Deden.

Dalam waktu dekat, kata Deden,  Setakar akan melakukan aksi penolakan secara tegas terhadap rencana penguasaan lahan milik rakyat oleh kapitalis. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Hutan di Karawang Selatan Akan Segera Dikuasai Konglomerat China

Oleh: Hasan Basri KARAWANG, TINTABIRU.COM – LSM Kompak Reformasi menyayangkan digelarnya rapat tertutup antara pihak Kementerian …