Jika Tidak Dukung LGBT, Manajemen Kopi Starbucks Ancam Pemegang Saham Untuk Hengkang

JAKARTA –  Chief  Executive Officer (CEO) Starbucks,  Howard Mark Schultz, membuat pernyataan yang mempertegas dukungannya dalam mengkampanyekan kesetaraan LGBT, pernikahan sejenis, dan mempersilahkan pemilik saham yang tidak sejalan dengannya, untuk hengkang dari Starbucks.

Pernyataan tersebut disampaikan Howard Mark Schultz, saat menggelar pertemuan dengan para pemilik saham Starbucks. Howard Mark Schultz secara tegas mempersilakan para pemegang saham yang tidak setuju dengan pernikahan sejenis untuk hengkang dari Starbucks.

Sementara, jaringan kopi Starbucks di Indonesia juga memastikan akan tetap sejalan dengan pihak manajemen Pusat Starbucks yang berada di Amerika Serikat, dengan akan memberi dukungan terhadap LGBT. Hal tersebut disampaikan Marketing Communications dan CSR Manager, PT Sari Coffee Indonesia, selaku pemegang lisensi Starbucks Indonesia, Yuti Resani beberapa waktu yang lalu.

Menanggapi pernyataan CEO Starbucks tersebut, Ketua Komisi Ekonomi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Azrul Tanjung menilai, pernyataan Howard Mark Schultz soal dukungannya terhadap LGBT akan berdampak buruk pada keberadaan Starbucks di Indonesia. Sebab kata dia, Indonesia merupakan negara yang berketuhanan dan ber pancasila yang mayoritas penduduknya membenci perilaku LGBT dan melarang atau melaknat pernikahan sejenis.

“Diperkuat lagi penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam, “kata Azrul dalam keterangan persnya, Sabtu (1/7/17).

Pernyataan Howard Mark Schultz dinilai akan menjadi faktor utama bagi investor untuk berpikir ulang menginvestasikan uangnya di Starbucks. Bisa jadi, pihak yang telah menginvestasikan uangnya akan menarik kembali investasinya tersebut.

Tak hanya itu, pangsa pasar Starbucks di Indonesia, negara dengan mayoritas berpenduduk beragama Islam terbanyak di dunia, akan menimbulkan aksi boikot terhadap Starbucks akibat pernyataan Howard (CEO Starbucks), sehingga Starbucks akan kehilangan pasarnya di Indonesia.

“Sasaran pasar tidak akan lagi mampir ke Starbucks, pasti akan berakibat buruk, “ujar Azrul.

Dalam kondisi demikian, para Muslim dan pembenci LGBT akan menjadi enggan ke Starbucks. Tentunya, investor akan menarik diri. Bisa dipastikan Starbucks akan bangkrut dan hengkang dari Indonesia.

“Ini kesempatan baik bagi pengusaha Muslim Indonesia untuk menyiapkan diri menjadi pengganti Starbucks, “tambahnya.

Lebih jauh, Azrul mengajak umat Islam untuk mencintai produk dalam negeri. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin