Rabu, September 26th, 2018

Heboh!!! Wakil Bupati Karawang Sebut Para Pelapor Aking Saputra Adalah Provokator dan Aktor Perusuh

Oleh: Hasan Basri

KARAWANGKomentar Wakil Bupati Ahmad Zamakhsary di jejaring sosial facebook yang menuduh Forum Masyarakat Karawang (FMK) adalah provokator sekaligus aktor perusuh serta melarang menggunakan istilah “Aksi Bela Islam” pada kasus penistaan agama oleh etnis keturunan bernama Aking Saputra, membuat berang sejumlah elemen yang tergabung dalam Presidium FMK.

Komentar Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsary, yang menuduh FMK sebagai provokator dan aktor perusuh

Pada rapat yang digelar di Masjid Al-Jihad, Minggu malam (4/6/17) Forum Masyarakat Karawang (FMK) mengecam komentar Wakil Bupati Ahmad Zamakhsary, dan menuntut agar pria yang akrab disapa Kang Jimmy itu untuk membuat pernyataan permohonan maaf kepada mereka.

“Kalau tidak boleh menggunakan istilah aksi bela islam, kami harus menggunakan Istilah Aksi Apa ? yang dihina itu kan agama Islam, Masak kami harus menggunakan istilah Aksi Bela Agama lain ?, “kata ketua Presidium Forum Masyarakat Karawang, Syukur Mulyono disela-sela sambutannya pada rapat yang digelar di Masjid Al-Jihad, Minggu malam.

Komentar Kang Jimmy yang tidak setuju dengan istilah Aksi Bela Islam

Menurut Mulyono, kendati saat Pilkada 2015 lalu, dirinya menjadi salah satu tim pendukung  Cellica-Jimmy, namun saat Wakil Bupati Karawang berkomentar di jejaring sosial facebook seakan alergi dengan istilah “Aksi Bela Islam”, Forum Masyarakat Karawang (FMK) akan tetap menggunakan istilah tersebut pada kasus penistaan agama yang dilakukan Aking Saputra.

“Kami akan tetap menggunakan istilah “Aksi Bela Islam”, karena yang dihina oleh Aking adalah agama Islam, tandas Mulyono.

Ketua Forum Masyarakat Karawang (FMK), Syukur Mulyono

Dijelaskan dia, beberapa komentar Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsary, di jejaring sosial facebook dinilai sangat melukai Presidium Forum Masyarakat Karawang, yakni dengan menuduhnya sebagai provokator dan aktor perusuh.

“Kami dituduh sebagai provokator, dimana letak provokasinya, dan kami dituduh sebagai aktor perusuh, kerusuhan macam apa yang pernah kami lakukan, justru dengan menyerahkan kasus penistaan agama yang dilakukan  Aking Saputra kepada pihak Kepolisian, itu memperlihatkan jika Presidium Forum Masyarakat Karawang (FMK) cinta kondusifitas, cinta damai dan cinta keberagaman, kalau kami ingin rusuh, kenapa hal itu tidak kami lakukan saat acara pawai puluhan ribu obor saja, “ungkap dia.

Menyikapi komentar Wakil Bupati Ahmad Zamakhsary di jejaring sosial facebook, Ketua PPMI Kabupaten Karawang, Daeng wahidin menuntut, agar Wakil Bupati Ahmad Jamakhsary segera membuat pernyataan permohonan maaf kepada Forum Masyarakat Karawang (FMK).

Daeng Wahidin, Ketua PPMI Karawang

“Selaku ketua PPMI Kabupaten Karawang dan selaku bagian dari Presidium FMK, kami menutut agar Ahmad Zamakhsary segera membuat pernyataan minta maaf kepada kami, jika hal itu tidak dilakukan, maka kami akan membuat laporan kepada pihak Kepolisian atas komentarnya yang menuduh kami sebagai provokator dan aktor perusuh, “ucap Daeng.

Rapat Presidium Forum Masyarakat Karawang (FMK) yang digelar di Masjid Al-Jihad dihadiri lebih dari seratus orang yang siap mengawal kasus penistaan agama oleh etnis keturunan  bernama Aking Saputra. (*)

Berikut Videonya:

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Tokoh Masyarakat Desa Mekarlaksana: Haturnuhun Ibu Dandim 0608 Cianjur!!

Oleh: Hasby Ashshidiki CIANJUR, TINTABIRU.COM – Masyarakat Desa Mekarlaksana Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur ibarat tengah …

One comment

  1. hadeuhhh…hati” akan pribahasa (mulutmu harimaumu)jabatan bukan jaminan kekebalan hukum