Australia Tenggelamkan Perahu Nelayan Indonesia, 8 ABK Ditangkap

Satu perahu penangkap ikan milik nelayan tradisional asal indonesia ditenggelamkan oleh Angkatan Laut Perbatasan Australia, atau Australia Maritime Border Command (MBC), karena dituduh memasuki wilayah perairan Australia yang berbatasan dengan perairan Timor Leste.

Delapan ABK didalam perahu tersebut ditangkap dan dibawa ke tahanan imigrasi Darwin, dengan sejumlah barang bukti hasil tangkapan berupa siput laut.

Seperti dikutip Antara Kupang, pada Minggu (30/4/17), Maritim Border Command (MBC) atau Komando Perbatasan Maritim, Inspektur Ray Graham mengatakan, penangkapan ke 8 nelayan asal Indonesia tersebut berawal, saat sebuah pesawat pengintai Maritim Border Command (MBC) melihat perahu nelayan Indonesia berada di dekat Pulau Browse sekitar 280 mil di timur laut Broome, Australia Barat.

Angkatan Laut Australia yang berjaga di perbatasan kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap para nelayan. Mereka ditangkap di perairan Laut Timor.

“Perahu mereka dihancurkan dengan cara diledakkan, sementara awak kapalnya dibawa ke Darwin menggunakan kapal HMAS Bathurst, ” kata Ray Graham.

Para nelayan itu kemudian diselidiki oleh Angkatan Laut Perbatasan Australia dan Otoritas Manajemen Perikanan Australia (AFMA) dengan tuduhan pelanggaran Undang-Undang Pengelolaan Perikanan.

Inspektur Ray Graham menambahkan, pihaknya berhasil mencegat kapal penangkap ikan asal Indonesia yang berusaha mencuri sumber daya hasil laut di wilayah Australia.

“Melindungi keanekaragaman hayati perairan Australia merupakan prioritas utama bagi Angkatan Laut perbatasan Australia, ” jelas dia.

Ray Graham menandaskan, pada 1 Juli 2016 silam, ketiga organisasi Australia berhasil menangkap 15 kapal nelayan asing yang diduga melakukan penangkapan hasil laut secara illegal di wilayah perairan Australia.

General Manager Operasi AMFA, Peter Venslovas menyatakan, penangkapan nelayan asal Indonesia yang dituduh menjaring siput secara illegal tersebut merupakan pertama kalinya dalam satu dekade yang berhasil ditangkap pihak tentara perbatasan perairan Australia.

“Kedelapan nelayan asal Indonesia itu ditahan pada tahanan imigrasi Darwin, untuk menunggu keputusan hukum. Selanjutnya mereka akan dipindahkan dari Australia, setelah semuanya selesai, “tegas Peter. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

WNI Cantik ini Ditengarai Terlibat Pembunuhan Kim Jong Nam

Oleh: Bayu Sid WANITA cantik berwarga negera Indonesia ini dituding terlibat dalam pembunuhan Kim Jong Nam, …