PN Karawang Tunda Sejumlah Sidang Putusan, Molor 2 Bulan Lho… Ada Apa Ya ??

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG – Pengadilan Negeri Kabupaten Karawang kembali menunda sidang putusan kasus sengketa tanah mintarsih vs rosyid yang sedianya digelar pada kamis 20 April 2017.

Penundaan sidang tersebut adalah kali kedua setelah sebelumnya pihak PN Karawang juga telah menunda sidang tersebut pada akhir Maret 2017 lalu.

Adalah mintarsih yang lahan miliknya diserobot secara paksa oleh tergugat rosyid mengatakan, dirinya mengaku kecewa setelah kedua kalinya pihak Pengadilan Negeri Kabupaten Karawang melakukan penundaan terhadap putusan sidang tersebut.

“Sidang putusan ini ditunda lagi untuk yang kedua kalinya setelah 1,5 bulan lalu selesai sidang penyerahan kesimpulan, dan hari ini kembali ditunda untuk 2 minggu kedepan, ini berarti waktu untuk penundaan sidang putusan tersebut sedikitnya 2 bulan, ” kata mintarsih di ruang tunggu Pengadilan Negeri Karawang, Kamis kemarin (20/4/17).

Mintarsih mengaku, jika penundaan sidang tersebut memang telah sesuai dengan standard peraturan yang berlaku di Pengadilan Negeri, dirinya akan tetap menghormati segala kebijakan yang ditetapkan pihak Pengadilan. Kendati demikian, dirinya meminta agar pihak Pengadilan Negeri Karawang memperhatikan efiseinsi waktu, sehingga baik penggugat maupun tergugat tidak menghabiskan waktunya secara percuma.

“Bagaimana kita bisa bersaing dengan negera lain, jika sistem penegakkan hukum di indonesia seperti ini, “keluhnya.

Menurut mintarsih, inti permasalahannya adalah kasus tumpang tindih sertifikat tanah miliknya yang berada di Jalan terusan Tanjungpura-Klari, tepatnya di perbatasan antara Kelurahan Nagasari-Palumbonsari dan Karawang Wetan.

Kasus tumpang tindih sertifikat lahan tersebut bermula pada tahun 2010 silam, saat dirinya membeli lahan yang kini diserobot secara paksa oleh rosyid, dari pemilik sebelumnya atas nama Hj. Rohmah atau H. Andar, yang diketahui sebagai pemilik rumah makan dukuh di sekitar jalan Ir.H. Juanda Kota Karawang.

“Pada tahun 2012 tiba-tiba rosyid mengklaim jika tanah yang saya beli dari Hj. Rohmah adalah milik dia, sementara sebelum tahun 2012, rosyid tidak memiliki sertifikat  atas lahan tersebut, ini kan aneh, ” ucapnya.

Dijelaskan dia, Setelah dilakukan pengecekan, ternyata rosyid memiliki sertifikat tanah yang diaku sebagai miliknya tersebut mulai tahun 2012, itu pun lokasinya berbeda, bukan di Kelurahan Nagasari, Melainkan berada di Kelurahan Karawang Wetan.

“Itu diperkuat dari Surat Pajak Tahunan (SPT) yang dikeluarkan pihak DPPKAD Kabupaten Karawang sejak rosyid mengajukan pembuatan SPT, ” ujarnya.

Mintarsih khawatir, ada pihak lain yang bermain dan menjadi aktor dibelakang layar pada kasus tumpang tindih sertifikat tersebut.

“Saya mencurigai ada orang lain yang sengaja membiayai kasus ini, dan memberikan pasokan dana kepada tergugat, ” sambung dia.

Menurutnya, sertifikat yang dimiliki Rosyid terlihat janggal, karena pengajuan pembuatan sertifikatnya hanya berbekal photo copyan saja.

“Setelah saya tanya pihak BPN, ternyata pengajuan pembuatan sertifikat rosyid hanya berbekal photo copyan, dan jika memang sebelumnya dia memiliki sertifikat kemudian mengaku hilang, dalam pengajuannya pun tidak dilengkapi dengan surat kehilangan dari pihak Kepolisian setempat, ini ada apa ?, ” ungkapnya keheranan.

Menanggapi ditundanya kembali sidang putusan oleh pihak Pengadilan Negeri Karawang, kuasa hukum mintarsih, Dede Thoyibah berharap tidak akan ada lagi penundaan putusan pada 3 Mei 2017 mendatang.

“Selaku kuasa hukum ibu mintarsih, kami berharap pada 3 mei 2017 mendatang tidak akan ada lagi alasan penundaan sidang oleh Pengadilan Negeri Karawang. Karena walau bagaimana pun harus ada putusan pada kasus ini, jangan sampai pihak Pengadilan Negeri Karawang terus menggantung kasus tersebut dengan berbagai alasan, ” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pengadilan Negeri Kabupaten Karawang belum bisa dimintai keterangan terkait penundaan sidang tersebut. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Hadirkan Saksi, PN Karawang Kembali Gelar Sidang 8 Korban Salah Tangkap Gugat Polres dan Kejari Karawang Rp8 Milyar

Oleh: Saut Sianipar, SH KARAWANG – Pengadilan Negeri Karawang, Kamis (26/10/17) kemarin kembali menggelar sidang …