Rabu, Agustus 22nd, 2018

Lagi Asyik “Indehoy” di Tempat Kost-an, Mahasiswa dan Siswi SMA Dijaring Satpol PP

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karawang Kamis Shubuh (20/4/17), Menggelar razia penyakit masyarakat (Pekat) dengan menyisir sejumlah kost-kostan yang sering digunakan sebagai tempat melakukan perbuatan mesum oleh para penghuninya.

Tiga puluh dua personil Satpol PP Kabupaten Karawang dibantu 8 personil aparat kepolisian dan 2 anggota subdenpom III/3-1 Karawang, Kamis shubuh langsung menyisir sejumlah kost-kostan disekitar jalan Sukabumi komplek perumahan Karangpawitan dan dua kostan lainnya yang berada di jalan Sacakusuma, Kampung Bubulak Paracis dan Kampung Pasirjengkol Kelurahan Tanjungmekar Kecamatan Karawang Barat.

Dari razia yang digelar, petugas gabungan berhasil menjaring 48 orang yang kedapatan sedang “indehoy” di kamar mereka tanpa mampu menujukkan dokumen pasangan yang sah. Tak hanya itu, beberapa pasangan mesum yang terjaring juga tidak mampu menunjukkan administrasi kependudukan mereka sehingga terpaksa harus digelandang ke kantor Satpol PP.

Pantauan tintabiru.com, dari 24 pasangan mesum yang terjaring, 1 orang diantaranya masih berstatus sebagai pelajar di sebuah SMAN pavorit di Karawang, 1 pasangan mesum berstatus  sebagai mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi Negeri yang ada di kota pangkal perjuangan dan 1 pasangan mesum yang berstatus sebagai mahasiswi di sebuah Perguruan Tinggi Swasta Jogjakarta.

“Kami selalu intens menggelar razia pekat di sejumlah kost-kostan, karena saat ini kost-kostan disinyalir menjadi pilihan alternatif bagi para pasangan mesum dalam melakukan perbuatan mesumnya. Sementara mereka mengetahui, jika perbuatan mesum tersebut dilakukan di hotel maka biayanya lebih mahal, ” kata Kepala Bidang Trantib Satpol PP Karawang, Basuki Rahmat saat berbincang dengan tintabiru.com.

Basuki memastikan, dari 22 pasangan mesum yang terjaring dan 4 orang yang tidak bisa menunjukkan identitasnya, Mereka akan diberikan sanksi melalui pendataan. Sementara bagi yang masih berstatus sebagai pelajar dan mahasiswa sambung basuki, Selain akan dilakukan pendataan mereka juga akan diberikan pembinaan.

“Mahasiswa dan pelajar yg terjaring selain dilakukan pendataan terhadap mereka, kami juga akan memberikan sanksi berupa pembinaan dengan cara memanggil kedua orang tua dan gurunya dari sekolah tempat mereka belajar, ” ungkap basuki.

Sementara, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karawang, Asip Suhendar menegaskan, razia pekat yang digelar pihaknya, telah memenuhi prosuder hukum yang jelas, sehingga tidak bisa diintervensi  pihak manapun. ” Razia ini telah sesuai dengan Standard Operasional Prosedur (SOP), Sehingga pihak manapun tidak bisa mengintervensi ini, kendati jika yang terjaring diantaranya adalah anak dari pejabat baik Sipil, Polri maupun TNI, “tegas dia.

Asip menandaskan, pasangan mesum yang beberapa kali terjaring dalam razia tersebut, akan diganjar sanksi berat dengan cara akan dilakukan test urine terhadap mereka dengan melibatkan pihak BNNK.

“Jika mereka terjaring dua kali, Kami akan melakukan test urine dengan melibatkan BNNK, jika mereka terjaring tiga kali, kami akan menyerahkannya kepada Dinas Sosial Kabupaten Karawang untuk melakukan pembinaan dan rehabilitasi terhadap mereka, “tandas asip.

Diketahui, dari 48 orang yang terjaring razia pekat, 6 orang diantaranya adalah penghuni kostan Ary, Jalan Sukabumi komplek perumahan Karangpawitan, 8 orang dari wisma nyaman Bubulakparacis dan 34 orang lainnya adalah penghuni wisma nyaman 9, Kampung Pasirjengkol, Kelurahan  Tanjungmekar, kecamatan Karawang Barat. (*)

 

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Belum Lunasi Pembayaran Siswi SMAN I Rengasdengklok Terancam Tak Bisa Ikut UN

Oleh: Darsen Tajudin KARAWANG, TINTABIRU.COM – Seorang siswi kelas XII SMAN 1 Rengasdengklok Kabupaten Karawang …