Rabu, Desember 19th, 2018

Wooow…. Alokasi Dana Desa akan Tembus Rp4 Milyar Pertahun

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo menyatakan, Pemerintah pusat akan kembali menaikkan anggaran Alokasi Dana untuk Desa (ADD), karena pemerintahan desa dinilai telah berhasil mengatur ekonominya sendiri.

“Mulai tahun 2016 lalu, Presiden Joko Widodo telah menggelontorkan anggaran Alokasi Dana untuk Desa (ADD) dengan cara menyalurkan dana tersebut langsung ke rekening desa. ini adalah sejarah pertama di dunia, dimana pemerintah pusat menggelontorkan anggaran Alokasi Dana untuk Desa (ADD) secara langsung. Sekarang desa diberikan keleluasaan untuk mengatur ekonominya sendiri, ” kata eko.

Dijelaskan dia, sejak tahun 2016 lalu, Pemerintah pusat telah menyalurkan anggaran senilai Rp20,8 triliun ke setiap desa meski hanya 80 persen saja yang baru terserap, kendati demikian sambung dia, pemerintah desa dinilai telah mampu meningkatkan pertumbuhan ekonominya sendiri.

“Pemerintah pusat menilai pertumbuhan ekonomi  di tingkat desa telah cukup terasa, kecuali untuk sebagian Kalimantan dan Sumatera, karena lahan pertanian dan perkebunan disana sebagian besar dikuasai perusahaan, ” ujar dia.

Eko menambahkan, mulai tahun 2017, Pemerintah pusat menaikkan anggaran Alokasi Dana untuk Desa (ADD) dari sebelumnya Rp20,8 trilyun menjadi Rp46,8 triliun. Pada tahun 2018 mendatang pemerintah pusat juga berencana akan menaikkan kembali Alokasi Dana untuk Desa menjadi Rp60 trilun dan pada tahun 2019 menjadi Rp120 trilyun.

“Saat pemerintah pusat telah menggelontorkan secara langsung Alokasi Dana untuk Desa (ADD), Pemerintahan desa telah mampu membuktikan dengan telah membangun jalan sepanjang 66 ribu kilometer jalan desa, membangun 55 ribu poliklinik di pedesaan, 40 ribu saluran drainase, membangun 1800 pasar desa, dan membuat 10 ribu  sumber air bersih bagi masyarakat pedesaan, kerja nyata ini tidak mungkin dilakukan secara centraland, ” tandasnya.

Eko menambahkan, pada tahun mendatang setiap desa akan mendapat bantuan dari pemerintah lebih dari Rp4 milyar setiap tahunnya.”Setiap desa awalnya hanya mendapatkan bantuan Rp1,2 milyar dari pemerintah pusat, kemudian ditambah menjadi Rp1,6 milyar pertahun,  Selain itu pemerintah desa juga mendapatkan bantuan ADD dari pemerintah daerah Rp2,4 milyar setiap tahunnya. Sehingga jika Rp1,6 milyar ditambah Rp2,4 milyar, maka total bantuan yang diterima pemerintah desa adalah Rp4 milyar setiap tahunnya, ” tutur eko.

Meski demikian, Pemerintah pusat meminta kepada setiap pemerintahan desa agar mampu menjalankan beberapa program yang bisa menjadikan desa tersebut menjadi desa mandiri.

“Setiap desa harus memiliki Prukades (Program Unggulan Kawasan Pedesaan), ” kata eko.

Prukades yang dimaksud eko adalah pemerintahan desa harus mampu meningkatkan hasil produksinya baik hasil produksi dari pertanian dan palawija maupun peternakan.

Sementara, dalam rangka meningkatkan program unggulan kawasan pedesaan, eko juga meminta pemerintahan desa agar mengalokasikan anggaran dari ADD senilai Rp200 juta hingga Rp500 juta untuk membuat danau kecil (embung), dalam rangka memperbaiki sistem irigasi di wilayah desanya.

“Menteri Perikanan dan Kelautan akan memberikan bibit ikan secara gratis bagi setiap desa yang memiliki danau kecil (embung), dan hasil ikannya bisa dikonsumsi oleh masyarakat sekitar untuk peningkatan gizi balita, selain danau kecil (embung) juga bisa dijadikan sebagai tempat wisata bagi warga sekitar, ” terang dia.

Tak hanya itu, eko juga meminta kepada setiap pemerintahan desa supaya mengelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) secara baik dan benar. “Kami telah melihat keberhasilan salah satu bumdes di daerah Leles Kabupaten Garut, Pemerintahan desa disana telah mampu meraup keuntungan hingga Rp3 milyar setiap tahunnya hanya dengan mengelola lahan perparkiran dan catering, “pungkas eko.

Selain prukades, pembuatan danau kecil (embung) dan pengelolaan bumdes secara baik dan benar, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi juga meminta agar setiap desa memiliki lapangan olahraga bagi masyarakat sekitar dengan mengalokasikan anggaran senilai Rp150 juta hingga Rp200 juta yang diambil dari Alokasi Dana untuk Desa. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Panwascam Cikampek Pertanyakan Keberadaan Mobil Plat Merah di Acara “Prabowo Menyapa Warga Jawa Barat”

Oleh: Dadang Aripudin KARAWANG, TINTABIRU.COM – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Cikampek, Sabtu (31/3/18) pagi …