Selasa, September 25th, 2018

Viral! TKW Indramayu Terancam Pancung di Arab, Dituding Santet Majikan

Oleh: Bayu Sid

LAGI, seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) terancam hukuman pancung di Arab Saudi. Kali ini, menimpa TKW asal  Desa Cangko, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, bernama Rusmini. Ancaman hukuman pancung yang dialamatkan kepadanya atas tuduhan sihir. Rusmini dituding menyantet majikannya.

edr“Saat ini adik saya (Rusmini) masih menjalani hukuman di Riyadh. Dia diancam hukuman pancung dengan tuduhan santet,” ujar kakak Rusmini, Nunung, kepada wartawan, beberapa hari lalu.

Dikatakan dia, tudingan itu tidak benar. “Adik saya mengabarkan beberapa waktu lalu kalau dia tidak melakukan santet. Mana mungkin dia bisa melakukan itu, dia tak punya kemampuan untuk melakukan santet,” lanjutnya.

Nunung dan seluruh keluarga Rusmini berharap, pemerintah bisa memberikan bantuan, menjembatani dengan pemerintah Arab Saudi atas hukuman mati tersebut.

Kabar Rustini akan dihukum pancung karena tudingan santet, juga viral di media sosial. Sejumlah akun Facebook memposting terkait hal tersebut. Netizen pun banyak yang bereaksi.

Sementara itu, Kuwu Desa Cangko, Patkhurahman mengaku, dirinya sudah mendengar kabar soal Rusmini yang terancam hukuman pancung di Arab Saudi.

“Itu sudah terjadi sudah 4 tahun yang lalu sebelum saya menjabat sebagai kuwu. Memang seperti dikabarkan di media bahwa Rusmini ini pada saat itu divonis hukum pancung,” ujarnya.

Namun kabar terakhir pada saat itu, tambah dia, ada upaya dari KBRI agar diringankan hukumannya dan divonis 8 tahun. Sekarang sudah menjalani hukuman 4 tahun. “Itu (vonis 8 tahun, red) kabar terakhir yang kami dengar,” tambahnya.

Terkait kabar bahwa Rusmini masih akan dihukum pancung di Arab Saudi, Patkhurahman akan kembali mendatangi rumah orang tua Rusmini guna menanyakan kebenaran kabar tersebut yang ramai jadi viral di media online dalam dua hari terakhir.

“Ya kami perlu cek lagi kebenarannya dan menanyakan langsung ke pihak keluarga. Apakah masih divonis hukum pancung atau diringankan menjadi 8 tahun kurungan,” tambah Patkhurahman.

Dia sendiri berharap Rusmini yang menjadi TKI sejak tahun 2009 itu telah mendapatkan keringanan hukuman menjadi hukuman kurungan selama 8 tahun penjara. “Sekali lagi, ini harus kami cek lagi biar akurat. Dari kami sebagai pemerintah desa, tentu sangat berharap tak ada hukuman pancung,” pungkasnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Perang Turki VS Amerika di Depan Mata

ANKARA, TINTABIRU.COM, Perang yang terjadi di Syiria tampaknya akan segera bergeser ke bagian utara. Perang …