Habib Rizieq Terancam Dibui, Kapolda Jabar: Dia Kurang Kooperatif, tidak Jentelmen

Oleh: Bayu Sid

KAPOLDA Jabar, Irjen Anton Charliyan, mengancam akan melakukan penahanan kepada Habib Rizieq Shihab. Itu dilakukan, jika Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu masih tidak kooperatif menghilangkan alat bukti. Selama menjalani proses hukum atas kasus dugaan Penghinaan terhadap Pancasila, Kapolda Jabar menilai, Habib Rizieq kurang kooperatif dan jentelmen.

Kapolda Jabar
Kapolda Jabar

“Jika misalkan kalau yang bersangkutan ada indikasi mengarah ke situ bisa saja nanti ditangkap,” kata Anton, di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta, Selasa (31/1).

Polda Jabar akan kembali memanggil Rizieq pada pekan depan. Setelah pemanggilan itu, kata Anton, akan ada konfrontir. Hal ini karena saat penayangan video pertama, Rizieq tidak mengakui bahwa orang dalam video tersebut adalah dirinya. Anton menilai, Rizieq tidak jentelmen.

“Masalah kooperatif dan tidaknya, dengan tidak mengakui itu menurut saya kurang kooperatif. Kalau kooperatif dia mengakui dengan gentle,” tambah Anton.

Polda Jawa Barat telah menetapkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka terkait kasus dugaan penghinaan Pancasila dan Presiden pertama Soekarno.

Anton Charliyan mengatakan, Habib Rizieq ditetapkan menjadi tersangka setelah penyidik mengantongi bukti-bukti kuat.

“Malah lebih dari dua alat bukti pelapornya ada, saksinya ada, buktinya ada, baik video maupun saksi ahli. Bahkan saksi ahli klasifikasi sendiri. Jadi sudah ada empat alat bukti,” lanjut Anton.

Penetapan Rizieq sebagai tersangka menimbulkan dugaan mobilisasi massa seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Namun Anton mengatakan mobilisasi massa tidak perlu dalam hal ini karena kasus menyangkut individu, bukan kelompok tertentu.

“Apa urgensinya membawa massa? Ini kan proses hukum biasa, yasudah datang saja. Enggak pernah ada orang lain diperiksa bawa massa,” kata Anton.

Apalagi, tambahnya, polisi sudah memiliki alat bukti berupa saksi dan barang bukti lain. Selain itu, menurutnya tidak ada urgensi untuk mobilisasi massa karena ini hanya proses hukum biasa.

“Saya kira tidak usah berlebihan,” katanya.

Habib Rizieq dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri dengan sangkaan Pasal 154 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penodaan Lambang Negara dan Pasal 310 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Sukmawati mempermasalahkan pernyataan Rizieq yang menyatakan ‘Pancasila Sukarno Ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di kepala,’ sebagaimana terekam dalam video yang diunggah di YouTube.

Kasus tersebut berawal pada saat Habib Rizieq melakukan ceramah di Lapang Gasibu Kota Bandung 2011 silam. Di sana dia diduga menghina Pancasila dan sang Proklamator Soekarno.

Dengan bukti rekaman video ceramah tersebut yang menjadikan putri Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Habib Rizieq ke Mabes Polri yang selanjutnya dilimpahkan ke Mapolda Jawa Barat sesuai dengan lokasi kejadian. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Terungkap!! ini Identitas Pelaku Penyiraman Air Keras ke Wajah Novel Baswedan

Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab mengaku telah mengetahui identitas pelaku …