Kamis, Desember 13th, 2018

Kasus Pembakaran Markas GMBI di Bogor, Polisi Tetapkan 12 Tersangka

BOGOR – Polres Bogor tetapkan 12 orang menjadi tersangka terkait kasus perusakan markas LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di Kecamatan Ciampea pada Jumat dinihari (13/1/17). Sebelumnya, pasca insiden, 20 orang yang dianggap terlibat, sempat diamankan.

“Dari 20 orang yang diamankan Jumat kemarin, Polres Bogor menahan 12 orang. Mereka kami tetapkan sebagai tersangka. Delapan orang lainnya sudah diperbolehkan pulang,” ujar Kapolres Bogor, AKBP Andi Moch Dicky Pastika Gading, Sabtu (14/1/2017).

Dari 12 orang tersebut, lanjut Dicky, ada lima yang masih berstatus di bawah umur. Mereka dikenai Pasal 170 KUHP tentang perusakan dan Pasal 187 KUHP terkait pembakaran. “Kepolisian juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi sekaligus mengumpulkan barang bukti dari tempat kejadian perkara (TKP), Jumat malam tadi,” lanjutnya.

Delapan orang yang diperbolehkan pulang, menurut Dicky, lantaran aparat kepolisian tidak menemukan bukti dan unsur tindak pidananya belum terpenuhi maupun tidak terbukti terkait peristiwa tersebut. “Mereka dibolehkan pulang sejak Jumat malam,” ucapnya.

Terkait status 20 orang yang diamankan pasca kejadian penyerangan dan pembakaran markas GMBI di Ciampea Bogor, apakah anggota dari FPI atau bukan, Dicky menyebutkan, hal tersebut telah dijelaskan dalam pertemuan mediasi yang dihadiri Pimpinan kedua ormas pada Jumat kemarin.




“Seperti yang disampaikan dalam pertemuan kemarin oleh Ketua DPC FPI Kabupaten Bogor, KH Burhan, menyatakan bahwa yang melakukan penyerangan bukan anggota FPI, tetapi simpatisan. Dan, FPI tidak tahu menahu permasalahan ini,” katanya.

Dicky mengemukakan bahwa pihaknya tidak menyimpulkan apakah mereka yang diamankan adalah anggota FPI atau bukan, karena polisi lebih fokus pada penyelesaian masalah dan tegaknya hukum. “Siapa pun itu dari kelompok mana, ormas manapun, kalau melanggar hukum akan kita proses dengan aturan yang berlaku,” katanya.



Dalam laporan kepolisian, dinyatakannya, dari 12 orang yang ditahan ada tujuh orang dewasa dan lima di bawah umur. Mereka seluruhnya terdiri dari seorang guru, seorang tidak diketahui status pekerjaannya, dan sisanya adalah pelajar.

Menurut Dicky, pihaknya masih terus melakukan pengembangan kasus, dan fokus kepada 12 orang yang sudah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.



Bagi tersangka berusia masih di bawah umur dan berstatus pelajar, menurut dia, diberikan pendampingan. “Anak-anak ini berani bertanggungjawab, berani berbuat dan berani tanggung jawab. Mereka kooperatif dalam pemeriksaan, dan kita lakukan pendampingan,” katanya.

Sebelumnya, dikabarkan tiga bangunan markas LSM GMBI di Kampung Tegalwaru, RT 05/03, Desa Ciampea, Kabupaten Bogor, dibakar sekelompok orang.

Insiden dipicu oleh kabar adanya pengeroyokan dan penusukan tehadap salah seorang anggota FPI yang dilakukan oleh sejumlah anggota LSM GMBI, di parkiran Rumah Makan Ampera, Bandung, usai mengikuti pengawalan atas pemeriksaan Habib Rizieq Syihab di Mapolda Jawa Barat, Kamis (12/1). (red)



This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

DPRD Kabupaten Lebak Kunjungi Karawang Gelar Study Banding Soal Ngurus Ormas dan LSM

Oleh: Darsen Tajudin KARAWANG, TINTABIRU.COM – Anggota DPRD  Kabupaten Lebak Provinsi Banten melakukan kunjungan kerja …