Suryacipta Mencekam, Aliansi LSM akan Kepung dengan 10 Ribu Pasukan

KARAWANG – Suasana mencekam kini tengah menyelimuti Kawasan Industri Suryacipta, Karawang. Kabarnya, Aliansi LSM dengan kekuatan 10 ribu orang akan mengepung kawasan tersebut pada Jumat (6/1/2017). Pengerahan massa berkekuatan besar itu dilakukan untuk merobohkan salah satu gedung bersengketa yang berada di kawasan industri tersebut.

Informasi yang dihimpun tintabiru.com, kawasan industri yang terletak di Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang ini, kini dalam kondisi siaga 1. Beberapa kawat berduri terlihat telah siap dipasang pihak aparat keamanan untuk memblokade puluhan ribu anggota LSM, yang rencananya akan mengepung kawasan indutri tersebut pada Jumat (6/1/2017) nanti . Sementara bangunan yang lahannya berstatus sengketa, telah dipasangi spanduk larangan untuk masuk.

Mencekamnya suasana Kawasan Indusri Suryacipta tersebut dibenarkan oleh salah seorang sumber tintabiru.com di lingkungan intelejen, yang hingga kini masih melakukan pemantauan di lokasi. Suasana mencekam di Kawasan Industri Suryacipta terkait konflik atas tanah, antara Aliansi 4 LSM dengan pihak management PT. Suryacipta Swadaya.

“Jika sampai hari ini (Kamis 5/1/17) mediasi antara 4 LSM dengan management PT. Suryacipta tidak ada titik temu, maka suasana di kawasan industri Suryacipta akan mencekam,” kata sumber tadi saat berbincang dengan tintabiru.com, Kamis (5/1/2017).

Sumber intelejen mengatakan hal itu berdasarkan pantauan yang dilakukannya di lapangan. “Kemarin pada Rabu 4 Januari 2017, suasana disini cukup mencekam, pada saat itu tengah berlangsung mediasi antara Aliansi 4 LSM dengan pihak management PT. Suryacipta, yang digelar di kantor Management PT. Suryacipta Swadaya, dan audensi berjalan cukup alot,” ujarnya.

Informasi mencekamnya kawasan industri Suryacipta terkait akan adanya aksi aliansi 4 LSM dengan membawa 10.000 orang, dibenarkan ketua LSM Pemuda Nusantara (Pena), Gabryel. “Besok, Jum’at (6/1/17) kami dan teman – teman Aliansi LSM lainnya akan turun dengan 10.000 anggota untuk membongkar bangunan itu, karena IMB yang dimiliki PT. Suryacipta Swadaya terbukti bodong,” ujar Gabryel.

Menurut Gabryel, pihak management PT. Suryacipta Swadaya tidak memiliki itikad baik. Padahal menurut dia, management PT. Suryacipta telah menandatangani pernyataan yang isinya jika sampai tanggal 5 Januari 2017 pihak Management PT. Suryacipta tidak bisa menunjukkan dokumen yang sah terkait Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) pada lahan yang masih berstatus sengketa, maka Managemen PT. Suryacipta bersedia jika bangunan tersebut dibongkar.

Kawat berduri tampak telah siap dipasang untuk memblokade puluhan ribu massa LSM

Kawat berduri tampak telah siap dipasang untuk memblokade puluhan ribu massa LSM

Konflik yang terjadi antara PT. Suryacipta Swadaya dengan Aliansi 4 LSM bermula, saat seorang warga mengadu kepada Aliansi 4 LSM ini, dan meminta bantuan terkait lahan miliknya yang telah dirampas oleh Management PT. Suryacipta Swadaya yang kini telah disulap menjadi kawasan industri sejak tahun 1997 silam.

Beberapa kali mediasi yang ditempuh antara Aliansi 4 LSM dengan pihak management PT. Suryacipta Swadaya masih belum menemui titik temu. Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang dalam hal ini Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu selaku badan yang memiliki kewenangan mengeluarkan IMB, pada Kamis siang (5/1/17) telah memanggil pihak managemen PT. Suryacipta, untuk meminta keterangan terkait IMB yang dimilikinya.

“Kami telah melakukan pemanggilan terhadap Management PT. Suryacipta Swadaya, dan audensi antara BPMPT dengan pihak PT. Suryacipta langsung dihadiri oleh direkturnya yakni Pak Bambang,” ujar Sekretaris BPMPT Wawan Setiawan kepada tintabiru.com.

Menurut wawan, apa yang dituduhkan Aliansi 4 LSM mengenai ketidak absahan IMB milik PT. Suryacipta Swadaya adalah klaim sepihak.

“Itu kan klaim sepihak dari teman-teman Aliansi 4 LSM. Makanya tadi kami telah memanggil pihak management PT. Suryacipta untuk mengetahui lebih jauh tentang masalah itu,” terang wawan.

Menurut Wawan, IMB yang dimiliki PT. Suryacipta bukannya bodong, melainkan hanya kurang persyaratan. “IMB milik PT. Suryacipta bukan bodong, tapi hanya kurang persyaratan saja, dan kami telah menyarankan pihak managemen PT. Suryacipta untuk melakukan revisi terhadap IMB tersebut,” tegas Wawan.

Polsek Kec. Ciampel memasangi spanduk larangan memasuki lahan sengketa

Polsek Kec. Ciampel memasangi spanduk larangan memasuki lahan sengketa

Menanggapi adanya langkah yang akan ditempuh pihak Management PT. Suryacipta, yakni akan merevisi ulang permohonan IMB kepada BPMPT, D. Sutedjo, Ketua umum LSM Barak Indonesia mengatakan, jika langkah revisi tersebut dilakukan, hal itu semakin memperjelas jika IMB milik PT. Suryacipta adalah bodong adanya.

“Kalau revisi pengajuan IMB ditempuh oleh Management PT. Suryacipta, berarti mereka mengakui jika selama ini IMB tersebut bodong,” tandas Sutedjo.

Beberapa hari lalu, tepatnya pada selasa 3 Januari 2017, audensi antara aliansi 4 LSM dengan pihak pemerintah daerah kabupaten Karawang, sempat digelar di ruang rapat sekda. Audensi tersebut dihadiri Sekretaris BPMPT, Wawan Setiawan, Sekretaris Dinas Ciptakarya, tatang Sutiswa, dan Kepala Seksi PPHD Satpol PP, Munawar beserta stafnya. Audensi yang digelar pada saat itu sempat memanas, Saat Sekretaris BPMPT, Wawan setiawan, hendak memaparkan perihal keberadaan tanah yang dianggap sengketa. Secara tiba-tiba Supriyadi selaku kuasa hukum Aliansi 4 LSM, langsung memotong paparan tersebut dengan beberapa kali membanting bundelan berkas yang tengah dipeganya ke meja.

Sementara, pada Kamis 22 Desember 2016, Aliansi 4 LSM ini, juga telah mendatangi pihak management PT. Suryacipta Swadaya untuk mempertanyakan keabsahan dokumen yang dimiliki terkait pendirian bangunan diatas tanah yang hingga kini masih berstatus sengketa. Menurut Aliansi 4 LSM, IMB dengan nomor:503. 640. /635/ XI/ DPUK/ tertanggal 29 November 1997 tentang Ijin Mendirikan Bangunan. Dan Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Karawang Nomor : 503. 640. /60/ VI/ DPUK, tertanggal 29 November 1997 tentang Ijin Mendirikan Bangunan, Yang dikeluarkan pada tahun 1997, milik si pemohon atas nama PT. Surya Cipta Swadaya adalah bodong. Menurut pihak Aliansi 4 LSM, IMB tersebut dikatakan bodong karena saat pengajuan untuk mendapatkan IMB tidak disertai dengan persyaratan yang sesuai Standar Operational Prosedure (SOP).

Tak hanya itu, pada 15 Desember 2016, Aliansi 4 LSM ini telah menemui Kepala Seksi Pemanfaatan Bangunan Dinas Cipta Karya, Safardi, untuk mempertanyakan legalitas pengeluaran IMB tersebut. Safardi mengakui jika IMB yang dimiliki PT. Suryacipta Swadaya adalah IMB bodong. Hal tersebut dikatakan dia, saat dirinya memeriksa data arsip IMB yang masih tersimpan di dinas Cipta Karya. Menurut safardi, IMB milik PT. Suryacipta Swadaya dikatakan bodong karena pada saat pengajuan permohonan IMB tersebut, tidak disertai dengan persyaratan lengkap, yakni sertifikat tanah yang akan dibangun. Kendati persyaratannya tidak lengkap, ternyata permohonan IMB tersebut malah di ACC dan ditanda tangani oleh Kepala Dinas Pekerjaaan Umum, yang pada saat itu menjabat. (hsn)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro
Tags:
author

Author: