Teh Celli Luar Biasa! Sempat Diragukan dan Digunjing Hingga Banjir Penghargaan

Oleh: Lita Agustin

CUKUP dua kata untuk menggambarkan sosok pemimpin daerah yang satu ini, “luar biasa”. Yah, Cellica Nurrachadiana. Bupati Karawang periode 2016-2020, berpasangan dengan Ahmad Zamakhsari ini, di tahun-tahun awal kepemimpinannya sudah mampu menunjukkan “pesonanya”.

kepala-daerah-inovatif-2016-743539Mantan Wakil Bupati di era kepemimpinan Ade Swara (2010-2015), awalnya sempat diragukan banyak pihak. Bahkan, tak sedikit pihak yang menghujat Ketua Partai Demokrat Karawang ini. Tapi seiring waktu berjalan, mantan anggota DPRD Jabar ini mampu menjawab semuanya dengan kinerja. Hingga akhirnya, di tahun awal kepemimpinannya, dia sudah banjir penghargaan.

Sejumlah penghargaan, diantaranya, Kepala Daerah Inovatif (KDI) award Tahun 2016 dari MNC Group, penghargaan yang diberikan langsung oleh CEO MNC, Hary Tanoesoedibjo didampingi Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo di Grandball Room Hotel Intercontinental Bandung, Kamis (11/8/2016) malam itu merupakan penghargaan bergengsi untuk para kepala daerah se-Indonesia.

Penghargaan yang diraih Teh Celli (sapaan akrab Cellica), berupa kategori ketenagakerjaan. Dalam hal ini, Teh Celli dinilai berhasil dari beberapa aspek, salah satunya menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) No. 8 Tahun 2016 dan Peraturan Daerah (Perda) No. 1 Tahun 2011 yang mewajibkan perusahaan harus menyerap 60% tenaga kerja dari warga lokal. Saat ini sebanyak 2.504 warga Karawang terserap di 30 perusahaan.

Kategori lainnya yang menjadi penilaian adalah bidang ekonomi kreatif, perlindungan sosial, pendidikan, investasi dan industrialisasi, pelayanan kesehatan, ketahanan ekonomi, pembangunan infrastruktur, transparansi anggaran, pengembangan ekonomi kerakyatan, pengembangan ekonomi pertanian, tata kelola pemerintahan, pengembangan ekonomi pariwisata, investasi dan pendidikan.

“Penghargaan terhadap kepala daerah inovatif ini mendorong daerah lain untuk bisa mencontoh, bisa bergerak sehingga kepala daerah mampu mengatur segala bentuk gerakan masyarakat,” ungkap Mendagri, Tjahjo Kumolo.

kemenkeuPenghargaan selanjutnya, adalah sebagai daerah berprestasi penerima Dana Insentif Daerah tahun 2016. Anugerah ini diberikan kepada daerah dengan pengelolaan keuangan yang sehat berdasarakan kategori Kementrian Keuangan Republik Indonesia.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Presiden RI Ke 7 Joko Widodo didampingi Kemenkeu Sri Mulyani. Penghargaan diberikan kepada daerah yang memenuhi dua persyaratan utama. Yakni daerah yang memiliki opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terkait laporan keuangan pemerintah daerah. Serta daerah yang menetapkan peraturan daerah tentang anggaran belanja daerah dengan tepat waktu.

“Setelah menerima penghargaan ini, saya meminta agar jajarannya tetap mengoptimalkan pelayanan publik. Mari kita berkomitmen bersama masyarakat untuk tetap mempertahankan Kabupaten Karawang dengan keuangan yang lebih baik. Bagi saya anugerah ini merupakan simbol motivasi perang terhadap tindakan melawan KKN dikalangan birokrat,” ujarnya, saat berbincang dengan tintabiru.com, beberapa waktu lalu.

Dengan didapatkannya penghargaan tersebut, dr Cellica Nurrachadiana sekaligus memberikan contoh yang sangat baik khususnya pada jajaran dan masyarakat Karawang. Lebih luas lagi menjadi contoh sekaligus motivasi pemimpin yang disiplin terhadap pengelolaan dalam sektor keuangan daerah bagi daerah – daerah lain di Jawa barat maupun luar Jawa.

Sebenarnya, prestasi yang diraih Teh Celli terkait pembangunan di Karawang, bukan hanya saat dirinya menjabat sebagai kepala daerah. Saat dirinya menjabat sebagai wakil bupatipun, beberapa penghargaan berhasil diraihnya.

Politisi muda yang cantik ini, pada tahun 2011, ketika ia masih menjabat wakil bupati, berhasil meraih rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Wakil Bupati Perempuan Termuda.

Manager Muri J Ngadri mengatakan dalam catatan Muri terdapat berbagai kiprah perempuan. Ia mengatakan penghargaan tersebut memang sengaja diberikan pada saat itu untuk memperingati hari Kartini pada 2011 silam, karena ia lebih giat membangun masyarakat Karawang khususnya wanita.

Berselang tiga tahun, Teh Celli kembali mendapatkan anugrah dari kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, karena dalam tiga tahun berturut-turut telah mengalokasikan dana sebesar Rp1,4 miliar untuk pengembangan Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI).

Alokasi tersebut menjadikan Karawang sebagai pemerintah kabupaten kedua terbesar yang mengalokasikan dana untuk pengembangan PNFI, setelah Kabupaten Sleman. Prestasi ini semua karena keseriusan Pemkab Karawang dalam mengelola dunia pendidikan.

Selanjutnya, saat dirinya menjabat sebagai Plt. Bupati Karawang, Kabupaten Karawang meraih penghargaan Swasti Saba Padapa atau penghargaan “Kota Sehat” dari Kementerian Kesehatan. Penghargaan ditandatangani oleh Menteri Kesehatan, DR. dr. Nila Farid Moeloek, dengan Kep Menkes No HK. 02.02/470/2015.

Prosesi penerimaan penghargaan itu dilakaukan saat Olahraga bersama seluruh aparatur ASN Kabupaten Karawang, di Lapangan Karangpawitan, Karawang, Jumat (18/12/16). (***)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro
Tags:
author

Author: