Senin, Oktober 22nd, 2018

Tolak Perizinan Amdal PT. MPB, Ratusan Orang Anti Pertambangan Ontrog Pemkab Karawang

KARAWANG – Ratusan warga Karawang anti pertambangan ontrog Kantor Pemkab setempat, Jumat (9/12/2016). Massa yang mengatasnamakan Koalisi Melawan Pertambangan itu datang dalam rangka melakukan penolakan terhadap perizinan Amdal oleh PT Mas Putih Belitung yang telah dikeluarkan oleh BPLHD Karawang. Dalam hal ini, perusahaan pertambangan tersebut diketahui telah mendapatkan izin UKL-UPL dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah setempat, dan sedang berusaha mendapatkan ijin lokasi dari BPMPT Karawang.

img_20161209_095217Dengan mengenakan pakaian serba hitam dan ikat kepala, massa yang terdiri dari 15 organisasi kemasyarakatan dan LSM itu, meminta kepada Pemkab Karawang untuk bertindak tegas, menolak adanya kegiatan pertambangan yang dilakukan perusahaan tersebut. Massa pun, sempat tertahan di gerbang kompleks perkantoran Pemkab Karawang. Awalnya, pihak keamanan tidak memperbolehkan massa masuk. Namun setelah melakukan negosiasi, akhirnya massa bisa menembus gerbang tersebut dan berkonsentrasi sambil bersila di halaman Plaza Pemkab Karawang.

Aksi diawali dengan pembacaan rajah (mantra-mantra) dan pembacaan puisi Sunda. Setelah itu satu persatu perwakilan dari oreganisasi massa dan LSM ini menyampaikan orasi penolakan terhadap pertambangan di Desa Tamansari Blok A dan Blok B Kecamatan Pangkalan, wilayah di Selatan Karawang.

img_20161209_095909Ketua LSM Lodaya Nace Permana yang memimpin jalannya aksi menyatakan, pihaknya menolak dikeluarkannya izin Amdal pertambangan PT. Mas Putih Belitung. Karena akan berdampak negatif bagi masyarakat di wilayah Karawang Selatan. “Atas nama LSM Lodaya Jabar Banten, dengan tegas kami meminta Pemda Karawang untuk tidak mengeluarkan izin Amdal bagi perusahaan tersebut, karena akan berdampak negatif bagi masyarakat di wilayah Karawang Selatan,” ujar Nace.

Di tempat yang sama, Ketua Harian LSM Kompak, Ahmad Mukron menyatakan, dengan dalih dan alasan apapun Pemkab Karawang harus menolak perizinan tersebut. Menurut dia, kerusakan lingkungan yang akan diakibatkan oleh pertambangan di wilayah Karawang Selatan akan berdampak bagi semua masyarakat Karawang dan sekitarnya. “Dampak negatifnya akan kembali kepada masyarakat Karawang dan masyarakat di sekitar Karawang,” ucapnya.

Mukron juga menyayangkan ketidak hadiran para anggota DPRD Karawang saat massa koalisi ini melakukan aksi. “Mana PDIP, mana Golkar? Sepertinya hari ini Karawang tidak memiliki anggota Dewan Perwakilan Rakyat,” lanjut Mukron.

img_20161209_101713Tak kalah tegas, Ketua LSM Sundawani Wirabuana, Agus Sulaeman juga menyatakan sikapnya. Menurut Agus, jika Pemkab Karawang tidak aspiratif terhadap aksi ini, pihaknya akan menurunkan ribuan massa anggotanya untuk kembali melakukan aksi serupa. “Jika aksi ini tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah, kami akan menurunkan ribuan anggota kami untuk melakukan aksi susulan,” katanya.

Kedatangan massa aksi yang mengatasnamakan koalisi melawan pertambangan di Karawang Selatan ini diterima Wakil Bupati Karawang, Akhmad Zamakhsari. Jimmy (panggilan Akhmad Zamakhsary) menyatakan jika dirinya telah ditugaskan oleh Bupati Cellica Nurrachadiana untuk menerima kedatangan massa aksi tersebut.

“Ibu Bupati Cellica Nurrachadiana secara tegas telah menolak izin pertambangan dari PT. Mas Putih Belitung. Jadi selaku wakil bupati tidak ada alasan apapun untuk tidak menyampaikan amanah dari pimpinan saya yaitu Ibu Cellica Nurrachadiana,” kata Jimmy.

Jimmy bahkan mengajak kepada massa aksi untuk mengawal penolakan perizinan tersebut hingga ke tingkat provinsi dan Kementrian ESDM. “Domain perizinan saat ini telah bergeser ke pemerintahan provinsi. Jadi harusnya kita kawal kasus ini hingga ke gubernur dan ke tingkat Kementrian ESDM,” lanjut Jimmy.

Sebelumnya diketahui, PT. Mas Putih Belitung telah melaporkan Pemkab Karawang ke Ombudsman, karena hingga saat ini Pemkab Karawang masih belum mengeluarkan izin lokasi untuk melakukan pertambangan penggalian batuan sedimen di Desa Tamansari Kecamatan Pangkalan di wilayah Selatan Karawang. Hingga berita ini diturunkan beberapa perwakilan massa aksi masih melakukan audensi dengan beberapa pejabat Pemkab Karawang, di ruang rapat sekda gedung Singaperbanga. (hsn)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Warga Sindangbarang Terus Gotong Royong Sukseskan TMMD ke-101 Tahun 2018

Oleh: Hasby Ashshidiki CIANJUR, TINTABIRU.COM – Kodim 0608 Kabupaten Cianjur bersama Polri dan masyarakat terus …