Sebelum Ambruk, Jembatan Ciparage sudah Rusak, Perbaikannya Mangkrak

KARAWANG – Warga di dua kampung di Desa Ciparage, Kecamatan Tempuran, Karawang, hingga kini masih “terisolir” akibat ambruknya Jembatan Ciparage, yang merupakan satu-satunya akses keluar masuk wilayah tersebut. Penulusuran tintabiru.com, Minggu (6/11/2016), ternyata kondisi jembatan tersebut, sebelum roboh, memang sudah rusak, padahal, kurang dari dua tahun lalu pernah direnovasi.

14956491_1277890775566279_3179280276329496748_n-copy“Belum dua tahun sih direnovasi. Tapi sudah rusak lagi. Ya, kondisi rusaknya sih sekitar setahunan lah. Tapi setelah rusak lagi itu tak ada perbaikan lagi, hingga akhirnya pada Jumat (4/11/2016) kemarin ambruk,” ujar Maman, warga setempat.

Dikatakan dia, selama setahun ini, kondisi jembatan yang merupakan satu-satunya akses keluar masuk Kampung Karang Sinar dengan Kampung Muara Dua, Desa Ciparage itu, begitu memprihatinkan. Salah satu tiang penyangga patah.

“Itu robohnya saat cuaca buruk, dengan arus sungai kencang,” lanjutnya.

Untuk diketahui, Jembatan Ciparage merupakan satu-satunya jalur transportasi penghubung dua kampung di Desa Ciparage Kecamatan Tempuran, yakni Kampung Muara Dua dan Kampung Sinar Desa. Keberadaan jembatan ini juga sempat menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Jembatan tersebut berdiri megah, membentang di anak Pantai Tanjungbaru.

Namu, entah apa penyebabnya, pada Jumat (4/11/2016) dini hari, tiba-tiba ambruk. Beruntung, dalam insiden itu tidak ada korban. Hanya, warga kehilangan akses keluar masuk wilayahnya. Begitupun dengan anak-anak sekolah, hari itu tak ada yang bisa beraktivitas, lantaran tak ada akses menuju sekolahnya itu. (hsn)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

LSM GSMB Akan Kawal Kasus Penyerobotan Tanah Bengkok Milik Desa Batujaya

Oleh: Dadang Aripudin KARAWANG – Akibat tanah bengkok milik Pemerintahan Desa diserobot oleh orang yang …