Ada Rebutan Atlet Jelang PON XIX Jabar

BANDUNG – Ada rebutan atlit jelang penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat, yang digelar 17-29 September.

Berdasarkan entry by name yang diterima PB PON, tercatat 9.226 atlet dari 34 Provinsi akan berlaga dalam 44 cabang olahraga yang di pertandingkan dalam multicabang yang digelar setiap empat tahun sekali ini. Namun, sayangnya dari semua atlet yang terlibat beberapanya masih tersandung masalah.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mengatakan, saat ini sengketa tersebut sedang dalam proses penyelesaian Tim Keabsahan dan juga Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI).

Perenang nasional yang baru saja tampil di Olimpiade 2016, Glenn Victor Sutanto, diperebutkan Jawa Barat dan Jawa Timur. Lalu, perenang Resa Kania Dewi yang disengketakan oleh Jawa Barat dan Jawa Timur, dan karateka Imam Tauhid Ragananda yang diperebutkan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Persoalan atlet-atlet ini masih coba diselesaikan oleh Tim Keabsahan dan juga Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI),” kata Wakil Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat yang juga anggota Panitia Pengawas dan Pengarah Panitia Besar PON XIX/2016 Jabar, Suwarno, Senin (29/8/2016).

“Tapi, jika tidak bisa juga diselesaikan Tim Keabsahan dan Baori, maka Dewan Hakim yang dibentuk KONI akan memutuskannya dan keputusan bersifat mengikat,” lanjut dia.

KONI telah mengeluarkan Surat Keputusan KONI Pusat nomor 56 tahun 2010 yang mensyaratkan permohonan perpindahan atlet ke daerah lain setidaknya dilakukan dua tahun sebelum PON diselenggarakan. Bila tidak memenuhi aturan dalam SK, atlet akan dilarang untuk tampil PON XIX/2016 Jabar. Namun, memasuki masa penyelenggaraan PON, daerah seolah tutup mata.

“Ya, pada intinya semua proses ini kami usahakan agar bisa selesai sebelum pembukaan PON XIX/2016 Jabar pada 17 September mendatang,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Pertandingan PB PON XIX/2016 Jawa Barat, Yudha M Saputra, mengatakan saat ini pihaknya juga telah bersiap-siap memasuki tahapan klaim yang akan dimediasi oleh Dewan Hakim. Pasalnya, PB PON sendiri memberikan tenggat waktu penyelesaiannya kepada daerah yang atletnya masih bermasalah hingga 10 September mendatang.

“Kalaupun harus sampai ada sidang, maka Dewan Hakim yang dibentuk KONI sudah bersiap dan akan bersidang di Bandung. Kami tentu berharap cepat selesai karena pertemuan teknis masing-masing cabor akan segera digelar setelah 10 September,” kata Yudha. (has)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Sambut Ridwan Kamil jadi Gubernur Jabar, Puluhan Ribu Warga Tumplek di Lapangan Tegallega

Oleh: Bayu Sid HARI ini, Minggu (19/3/2017), Monumen Bandung Lautan Api, Lapangan Tegallega Bandung, berubah …